Kamis, 29 Januari 2009





Bismillahirrahmannirrahim

Saudaraku...
Kamu adalah kelembutan Illahi, tiupan yang suci dan ruh yang berasal dari Allah. Allah telah menciptakan dirimu dengan "kedua tangan-Nya" lalu meniupkan ruh-Nya kedalam dirimu, melebihkanmu dari kebanyakan makhluk-Nya, memerintahkan malaikat untuk sujud (memberi penghormatan) kepadamu, mengajarkan berbagai nama kepadamu, menawarkan amanah kepadamu dan kamupun bersedia mengembannya, menyempurnakan nikmat-Nya yang nampak maupun yang tidak nampak kepadamu, menundukkan segala yang ada di langit dan bumi untukmu, dan menganugerahkan berbagai kemuliaan kepadamu.
Saudaraku...
Ia menciptakanmu dengan sebaik-baik bentuk, mempersiapkanmu dengan sebaik-baik persiapan, menganugerahkan pendengaran, penglihatan dan akal fikiran kepadamu, membentangkan dua jalan untukmu, menunjukkan dua cara hidup padamu dan memudahkan jalan bagimu sehingga dengan izin-Nya kamu dapat menyelam di air, terbang di udara, berpacu dengan aliran listrik dan mengungkap rahasia atom. Bahkan dengan akal pikiranmu, kamu dapat menembus penjuru-penjuru langit dan bumi. Maka adakah nikmat lain yang lebih mulia, lebih agung dan lebih besar dari itu semua?
Saudaraku...
Obatmu ada dalam dirimu, namun kamu tidak tahu
penyakitmu dari dirimu, meski kamu tidak menyadari
kamu menyangka dirimu adalah benda kecil
padahal dunia besar berada dalam dirimu
Saudaraku...
Setelah kehidupan yang pendek ini, kamu akan menjalani kehidupan yang kekal abadi, kamu dihidupkan dan akan dimatikan. Kemudian dibangkitkan dan dikumpulkan di makhsyar. Setalah itu kamu memulai hidup baru di tempat yang mulia dan penuh kenikmatan, bila kamu memahami rahasia tugasmu dalam kehidupan ini dan mengikhlaskan amal untuk Tuhanmu.
Saudaraku...
Kematian yang kamu takuti hakikatnya adalah perpindahan dari kehidupan yang fana ini menuju kehidupan yang kekal abadi sementara fisik ini hanyalah sangkar yang mengurung dirimu dan pakaian yang pasti akan kamu lepaskan bila ajal telah datang kepadamu. Lalu hari pembalasan akan segera menghampirimu.
Saudaraku...
Bukankah kehidupanmu di dunia ini adalah waktu yang terbentang antara kelahiran dan kematian? Setiap hari terbentang waktu pagi, waktu sore dan waktu malam dihadapanmu. Oleh karena itu pergunakanlah waktu yang sedikit itu dengan sebaik-baiknya. Engkau dapat menggunakannya untuk membawakan ruhmu yang suci ke haribaan Tuhanmu, yang dengan begitu engkau akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Bukankah kamu tahu bahwa waktu yang hilang dan telah lalu tidak akan mungkin dapat dikembalikan lagi. Dengan demikian tidak ada sesuatu yang paling berharga di dunia ini selain waktu, karenanya jangnalah kamu termasuk orang-orang yang lalai dan terlena.
Tegaslah kamu seperti waktu, sungguh celaka sikap menunda
Tinggalkan andaikan-andaikan sebab ia penyakit paling berbahaya
Saudaraku...
Ingatlah firman Alloh yang berbunyi,
"Apakah manusia mengira bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)? (Al-Qiyamah:36)
"Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Alloh, Raja Yang Sebenarnya. (Al-Mu'minun: 115-116)
Oleh karenanya, orang-orang yang beruntung adalah mereka yang mendapatkan pemeliharaan Alloh, diterangi oleh cahaya petunjuk, serta disingkirkan kabut kelalaian dari pandangan mata hatinya, hingga mereka menemukan hakikat ini, mengenal tahapan-tahapan perjalanan, segera berjalan menuju tujuan.
Singkirkan segala hal yang menghalagimu untuk mencapai tujuan tersebut, memalingkanmu dari berjalan ke arah-Nya atau menjadi dinding pemisah antara dirimu dan orientasi tsb.
Saudaraku...
Sesungguhnya didepanmu ada dua jalan, yaitu jalan yang lurus, teduh, terang dan indah. Dikelilingi oleh bunga-bunga yang indah dan hawa yang sejuk dan dihiasi dengan berbagai keindahan dari segala penjuru. Permulaan jalan itu adalah keyakinan dan keimanan, tahapan-tahapannya adalah istiqomah dan ketaatan kepada Ar-Rahman, sedangkan ujungknya adalah surga dan keridhaan Alloh.
Sedangkan jalan yang kedua adalah jalan yang sangat lengang an mencekam, serta gelap dan rawan. Permulaannya adalah kekafiran dan keingkaran, tahapan-tahapannya adalah kedurhakaan dan dosa sedangkan penghujungnya adalah neraka Jahim dan luapan api yang sangat membakar.
Sungguh kedua jalan itu tidak akan pernah bertemu dan tidak akan pernah sama.
Oleh karena itu saudaraku, renungkanlah hakikat penciptaanmu dan pergunakanlah segenap potensi yang ada dalam dirimu untuk berda'wah fi sabilillah dengan dibingkai oleh indahnya ukhuwah dan rapatnya barisanmu. Cintailah saudaramu sebagaimana engkau mencintai dirimu sendiri.
Dari saudaramu
Hasan Al Bana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar